beberapa contoh sudahlah nyata
banyak cerita jadi pedoman
betapa angkuh umat manusia
banyak yang lupa akan daratan
kalau dikaji asal pertama
darimana kemana pulang
setetes air bisa bicara
segumpal darah nyatanya alam
asal mulaan tidak berdaya
tidak berupa berbentuk badan
begitu lahir ke dunia fana
hidupnya bangga hati membangkang
kerasnya hati bagaikan batu
tak mau tahu hak kewajiban
padahal jiwa selalu rindu
pada yang satu tercipta alam
karena hijab mendinding qalbu
kejaran nafsu siang dan malam
akhirnya hati mati membisu
dibujuk rayu tipuan syaithan
Tidak kau ingat di hari minggu
kisahnya seru pukul delapan
banyaknya hilang anak dan cucu
ayah dan ibu bahkan meninggal
dalam sekejap tak tempo waktu
hanya berlalu cuma sebentar
dia datang tak mau tahu
semua disapu takkan menghalang
hati sedih perasaan pilu
di saat itu tak kasih sayang
tak sempat ambil kain dan baju
hilangnya malu lupa ingatan
alam bergoyang begitu dahsyat
tak mau tahu rakyat dan raja
biarpun miskin kaya berpangkat
walau pejabat rakyat jelata
tak tahu alim ataupun bejat
baik pun kanak dan tua renta
bangunan kumuh atau bertingkat
jarang dan padat tidak berbeda
mobil mewah warna berkilat
takkan selamat hancur binasa
hancurnya CD TV merek sharp
isinya padat lemari kaca
jalanpun hancur jembatan rusak
binatang ternak ikut bencana
tak seorang pun bisa mengelak
kadang selamat kehendak yang kausa
semua orang tiada berkehendak
tapi hadharat berikan tanda
agar tahu semuanya ummat
Dia yang kuat dari semua
sesukanya Dia berbuat
hanya sekejap Dia bekerja
seperti kata didalam ayat
KUN terucap jadi semua
Bukan seperti kita merehab
membutuh alat lagi tenaga
berbulan lama bertahun lewat
dukungan kuat butuh biaya
tragedi ini perlu diingat
suatu alamat tuanya dunia
Allah tunjukkan suatu alamat
tanda kiamat babak pertama
atau teguran kepada ummat
banyak yang sesat buta agama
bukan dibenci ataupun laknat
untuk nasehat kita semua
bisakah insaf menjadi obat
untuk bertaubat sujud padanya
ataupun kufur bertambah berat
pedihnya azab dahsyatnya seksa
berlipat ganda berjuta nikmat
bertabur rahmat tidak terhingga
ada kau pikir dalam sesaat
begitu banyak dari siapa
Tak minta bayar atau kifarat
perlu diingat Dia yang punya
sebagai manusia bersifat lenyap
tiada yang hebat dhaif dan fana
kuping mendengar mata melihat
tenaga yang kuat lidah bicara
kaki dan tangan hidung dan otak
seluruh jasad titipan saja
mengapa sombong riya dan tamak
mengapa congkak pada yang punya
kau ambil reseki begitu banyak
engkau manfaat berfoya-foya
sementara orang hidup melarat
banyak sekarat didepan mata
baik pun teman atau kerabat
dia mengharap tidak berkata
doa mereka paling mustajab
terbuka hijab jika meminta
bagi-bagilah apa kau dapat
tinggi derajat bagi penderma
pada kau habis ke tempat maksiat
besar mudharat Tuhanpun murka
tumpahkan harta yang ada manfaat
untuk akhirat tabungan pahala
harta kau beri lahan ibadat
untuk kau hadap pada yang esa
Allah gantikan berganda lipat
jangan di akhirat di dunia pun nyata
seperti firman didalam ayat
tinggi derajat hamba yang takwa
barangsiapa bertakwa pada hadharat
tiada susah dan duka cita
berlimpah ruah rizkinya banyak
datang berlipat tak disangka-sangka
jika kufur bertambah murtad
azab yang berat poembalasannya
Allah pengasih lagi penyayang
pada ciptaan tiada berbeda
baik si kafir maupun yang Islam
tingginya padang pada yang takwa
Tsunami Aceh untuk [pedoman
Tuhan berpesan kepada hamba
janganlah lalai dalam kesenangan
Tuk peringatan jangan terlena
dalam teguran sedikit sadar
mudah-mudahan jadi penawa-r
datangnya rahmat penjuru alam
banyak bantuan penjuru dunia
bangkit semangat kuatkan mental
kebalkan iman jangan terlena
bermacam suu beragam pandang
bercorak resam seni budaya
berhati-hati kuatkan iman
teliti yang dalam tiap ketika
hidup berdamping tak jadi soal
asal. lakum diinukum waliyadiina
itulah harga diri Islam
jangan ditukar dengan belanja
harga mati siang dan malam
Islam dan iman jangan meraba
mengalir terus banyak bantuan
itu kiriman Allah ta’ala
lewat manusia utusan Tuhan
bukan bantuan dari si fana
tiada daya dan kekuatan
upaya insan tak punya makna
melainkan daya kehendak Tuhan
Ia yang pegang sejagat raya
suburkan hati basahkan lisan
dengan ucapan asmaul husna
luhurkan budi akhlak yang sopan
luruskan niat suci mulia
taatkan diri siang dan malam
penuh harapan pancarkan takwa
taqarrub hati jiwa yang dalam
tunduk yang ikhlas mohonkan doa
serahkan diri kepada Tuhan
lahir dan batin jiwa dan raga
tunduk dan sujud jiwa yang dalam
basahkan lisan ucap istighfa-r
sadar dan mohon minta ampunan
dengan tetesan penuh airmata
mengaku diri atas kesalahan
berharap besar maaf darinya
Ia pengampun mersifat Rhmaan
memenuhi alam kasih sayangNya
asal kita tidak tinggal diam
dalam tuntutan yang di ridhainya
kertas yang putih tinta yang hitam
kugerak tangan berlapik meja
mohon maaf atas segala kekurangan
di bait nadham yang tak sempurna
kurangnya ilmu dan pengalaman
minimnya bahan dan tata bahasa
mengharap selalu kritik dan saran
dari pengarang empunya karya
M.Nasir Bako Anak pedalaman
Asal Bakongan di Aceh Raya
Tinggal meulaboh Johan Pahlawan
Di rantau orang mencari kerja
Wassalam .
Meulaboh; 06 Mai 2005

















