13 Tahun saya menyatu dengan Gampong Kuta Padang. Berbagai liku hidup saya temui disini. Dan disini pula saya membina rumah tangga dengan seorang istri dan dua orang anak–salah satu meninggal dunia–.
Kuta Padang yang sedang saya ceriterakan adalah gampong yang berada persis di jantung Kota Meulaboh. Sebuah gampong yang juga terkena Tsunami pada 2004 lalu. Ada satu hal yang paling mengesankan disini adalah semangat kebersamaan masyarakat disini dalam hal-hal yang berhubungan degan sosial keagamaan dan berbagai hal yang bersifat positif yang menjadi jatidiri masyarakat Aceh. Terbukti setiap menjelang perayaan hari besar Islam, seperti jelang lebaran ini. Sejauh jelang akhir Ramadhan 1430 ini saja tercatat pemasukan derma untuk anak yatim sebesar 43 juta dan di tambah sisa kas yang lalu sebesar 40.200.000,- jadi semua untuk sementara sampai tgl 13 september 2009 berjumlah 83.200.000,-yang nantinya akan dibagikan kepada 130 anak yatim. Dan saya bersyukur menjadi bagian dari pengurus kegiatan derma ini
Selain itu, juga bakal ada derma tambahan untuk anak yatim saat moment lain seperti saat jelang maulid Nabi, lebaran fitri dan haji (Ied), jelang kenaikan kelas, saat meugang —perayaan potong daging jelang puasa dan jelang hari raya—, biasanya anak yatim juga diberikan daging sebanyak 2 KG plus uang untuk membeli bumbu masak daging sebesar 100.000 per anak yatim. Pun, ada juga pembagian baju hari raya per anak yatim 400.000. Kemudian saat ajaran baru, saat anak yatim memasuki tahun kenaikan kelas, mereka biasanya disantuni dengan pembelian seragam, masing-masing untuk SMA 550.000, SMP 450.000, SD 350.000 dan TK 350.000. Non Sekolah sebanyak 100.000.
Kebijakan ini sudah dijalankan sejak tahun –kisaran– tahun 1995. dan selama ini saat kurban hari raya haji, Kuta Padang pernah tercatat sebagai Gampong yang berhasil mengumpulkan kurban terbanyak. Secara rinci, 27 ekor sapi/ kerbau, 47 ekor kambing. Dan ini tercatat sejak tahun 2001.
Lagi, untuk sumbangan Palestina pada 2009, lewat Bakopi, masyarakat mempercayakan pengelolaan dana sumbangan sebesar Rp 4.523.500 yang dikirim via Harian Serambi Indonesia—sebuah media lokal di Aceh—.
Sedikit tentang kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan reliji, misal untuk pemandian jenazah dan kegiatan fardhu kifayah lainnya, dari kutipan dana masyarakat, yang dikumpulkan oleh suatu panitia pengurus. Kelak ketika ada anggota masyarakat yang mengalami musibah kematian dalam keluarganya maka panitia tersebut bisa turun tangan menyelesaikan semua yang berhubungan dengan fardhu kifayah tersebut. Sehingga pihak keluarga yang mengalami musibah tidak lagi perlu bersusah payah mengatur masalah pengurusan jenazah keluarganya. Dan ini dimulai dari masalah pembuatan/ penyediaan kerenda, kain kafan, sampai dengan pengebumian jenazah
Sekarang ini Gampong Kuta Padang berada dibawah kepemimpinan Geucik Din Mahmud. Seorang Geucik yang tergolong lumayan peduli dengan persoalan yang ada ditengah masyarakatnya

Masih banyak hal hal lain yang bisa diceritakan dari Kuta Padang ini. Tetapi untuk hal ini, hanya ini yang bisa saya ceritakan dulu
harun yahya
ERA FM
Ditulis oleh bakopi 
















